Mako Dit Polair Polda Jambi -- Kepolisian Perairan (Dit Polair) telah meninggalkan warna Baret khas yang lama yaitu abu-abu dan digantikan dengan warna Baret khas yang baru yaitu warna Biru Benhur. ( Kep / 631 / IX / 2013 tanggal 12 September 2013 tentang perubahan atas sebagian Surat Keputusan Kapolri No.pol : Skep / 702 / IX / 2013 tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri Dan PNS Polri
Penggantian baret tersebut dilakukan dalam sebuah upacara Penyematan Baret Khas Kepolisian Perairan Polda Jambi di Lapangan Hijau MapoldaJambi yang dipimpin Langsung oleh Kapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Hari Prastya , Senin (30/09).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waka Polda Jambi Kombes Pol Drs. Rachmad Fudail, MH , Para Pejabat Utama Polda Jambi dan seluruh Personil Polda Jambi serta PNS Polri.
Dalam amanatnya, Kapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Hari Prastya menyampaikan, bahwa Indonesia, merupakan Negara Kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 13.466 Pulau dengan panjang pantai sekitar 95.181 Km serta dua per tiga wilayahnya adalah wilayah Perairan.
Konsekuensi logis atas kondisi Geografis tersebut, kata Kapolda Jambi ini, menuntut Polri dalam hal ini Kepolisian Perairan (Polair) untuk mampu menangani berbagai permasalahan keamanan yang terjadi di seluruh wilayah perairan Indonesia secara cepat dan tepat serta efektif. Hal tersebut tidak terlepas dari kerjasama dan bantuan dari masyarakat sehingga terwujud stabilitas Kamtibmas.
" Sebagaimana kita pahami bersama bahwa, kehadiran Anggota Polri saat ini, dalam rangka memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada masyarakat sangatlah dibutuhkan demi terwujudnya Harkamtibmas,"terangnya.
Kepolisian perairan dalam hal ini melaksanakan semua kegiatan Kepolisian baik itu berupa kegiatan yang bersifat pre-emtif, preventif, represif, dan kegiatan search and rescue/SAR, maupun kegiatan perpolisian masyarakat/Polmas di wilayah perairan, yang disadari atau tidak disadari oleh masyarakat sebenarnya sudah berjalan secara berkesinambungan.
"Anggota Kepolisian perairan ketika melaksanakan tugas–tugas Kepolisian di wilayah perairan belum memiliki ciri khas sebagai seorang Anggota Kepolisian Perairan dimana masih menggunakan penutup kepala berupa Baret khas kesatuan dengan warna abu - abu yang tidak seragam. Belum lagi warna abu - abu itu ternyata juga digunakan oleh instansi lain,"katanya.
Kemiripan Baret khas yang dimiliki Kepolisian Perairan dengan instansi lain tersebut tidak hanya dapat menimbulkan kerancuan serta keraguan bagi masyarakat dalam mengenali Anggota Kepolisian Perairan. Namun juga beresiko menimbulkan terjadinya benturan dan permasalahan bahkan kesalah-pahaman karena penampilan Anggota Polair yang bertugas di lapangan ( Anggota Kapal Patroli Polisi Perairan ) khususnya pada waktu melaksanakan penghentian dan pemeriksaan kapal.
Untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali dan mengingat jati diri seorang Anggota Kepolisian Perairan, maka penting untuk memunculkan apa yang menjadi kekhasan dari Anggota Kepolisian Perairan yaitu menggunakan penutup kepala berupa Baret khas dengan model dan warna yang mudah terlihat.
"Tentunya dengan harapan agar masyarakat akan lebih mudah mengenali dan mengingat Anggota Kepolisian Perairan yang sedang bertugas serta memudahkan masyarakat dalam membedakan Kepolisian Perairan dengan Instansi lain,"pungkasnya.
Kepolisian Perairan sekarang sudah meninggalkan warna Baret khas yang lama yaitu abu - abu dan digantikan dengan warna Baret khas yang baru yaitu warna Biru Benhur.
"Warna biru benhur yang menjadi ciri khas Baret Kepolisian Perairan adalah warna khas yang menunjukan warna laut sebagai tempat dimana Kepolisian Perairan bertugas dalam rangka memberikan Perlindungan, Pengayoman, dan Pelayanan masyarakat di seluruh wilayah Perairan Indonesia,"terangnya.
Dia menambahkan, warna Biru Benhur melambangkan sifat insan Bhayangkara Bahari yang bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas yang diembankan kepadanya. Dan menggambarkan bahwa insan Kepolisian Perairan sebagai insan yang handal dan percaya diri dalam melaksanakan tugas serta selalu menjaga kejujuran sehingga mampu membawa ketenangan bagi masyarakat.
"Sehingga diharapkan kepada seluruh Jajaran Kepolisian Perairan mampu untuk menjadi insan Bhayangkara Bahari yang pantang menyerah, tidak mudah putus asa dan percaya diri dalam melaksanakan tugas-tugas pokok Kepolisian di wilayah Perairan Khususnya Perairan Provinsi Jambi,"terangnya.
Sebelum mengakhiri amanat Kapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Hari Prastya, menyampaikan Penghargaan yang Setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Seluruh Jajaran Kepolisian Perairan diseluruh Indonesia atas dedikasi dan loyalitas dalam melaksanakan tugas - tugas Kepolisian di wilayah Perairan dengan tulus ikhlas dan tanpa kenal lelah dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan di wilayah Perairan Indonesia.
Briptu Hezly Panjaitan, SH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar